Minggu, 15 Juni 2014

Kisah Petani, Pengendara Motor, dan Pengendara Mobil

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah yang pada saat itu diguyur hujan. Tak lama berselang, sepasang suami istri berboncengan sepeda motor melaju melewati mereka dan sang istri petani berkata:
"Lihat pak.., betapa bahagianya suami-istri yang naik motor itu, meski kehujanan, mereka bisa segera cepat sampai ke rumah tanpa kelelahan.."

Sementara itu, di saat yang sama, pengendara motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya hujan melihat sepasang suami-istri di dalam mobil sedan mendahului mereka. Sang istri pun berkata:
"Lihat pak.., betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka bisa melaju santai di bawah derasnya hujan tanpa perlu kebasahan.."

Sebaliknya, sepasang suami-istri di dalam mobil sedan ketika melewati sawah dan melihat suami-istri yang sedang berjalan di bawah guyuran hujan, sang pria di dalam mobil berkata:
"Lihat bu.., betapa bahagia dan mesranya mereka, meskipun sudah bukan remaja pacaran lagi, tapi mereka bergandengan tangan di bawah guyuran hujan, menyusuri jalan pedesaan yang indah, pulang sambil bercengkerama bersama di bawah hujan, mesra sekali..Sementara kita sudah terlalu sibuk oleh pekerjaan hingga tak bisa melakukan itu.."

Hikmah:
Kebahagiaan tak kan diperoleh dengan membandingkan hidup kita dengan orang lain, Allah telah memberikan kebahagiaan kepada kita masing-masing dengan cara yang berbeda..maka, bersyukurlah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar